Trawlmediaindonesia.id
Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung meninjau kondisi Pasar Baru Bekasi setelah para pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Prof. Moh. Yamin direlokasi, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penataan pasar berjalan sesuai rencana sekaligus melihat kondisi aktivitas perdagangan setelah relokasi. Tri juga mengecek sejumlah bagian pasar yang tengah direnovasi, terutama di Blok 2 Pasar Baru.
Penataan dan renovasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk PT Mitra Patriot (PTMP). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi memperbaiki fasilitas pasar agar lebih layak dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
Dalam peninjauan itu, Tri tidak hanya melihat kondisi bangunan pasar. Ia juga berdialog dengan pedagang untuk mengetahui langsung berbagai kendala yang mereka hadapi setelah menempati lokasi baru.
Salah satu persoalan yang disampaikan pedagang yakni mengenai harga sewa lapak yang dinilai cukup tinggi. Saat ini, biaya sewa disebut berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.
Selain persoalan sewa, pedagang juga mengeluhkan kondisi Pasar Baru yang masih relatif sepi pengunjung sehingga berdampak terhadap omzet penjualan.
Tri mengatakan, penataan pasar tidak boleh hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang.
“Penataan pasar harus dilakukan dengan melihat kondisi dan keberlangsungan pedagang. Kita tidak hanya membenahi bangunannya, tetapi juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan mereka, termasuk soal harga sewa dan aktivitas pengunjung,” ujar Tri.
Menurut Tri, Pemkot Bekasi bersama PTMP akan membahas persoalan yang disampaikan pedagang secara menyeluruh. Pemerintah berencana melakukan pembahasan lanjutan pada Senin mendatang untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pedagang sekaligus mendukung penataan pasar.
“Kita akan diskusikan untuk mencari solusi terbaiknya. Targetnya bukan hanya pasar menjadi lebih tertata, tetapi bagaimana pedagang bisa berusaha dengan nyaman dan pengunjung kembali ramai datang ke Pasar Baru,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Berlan (54), berharap pembenahan Pasar Baru tidak berhenti pada perbaikan fasilitas. Ia juga meminta adanya langkah konkret untuk mendatangkan kembali masyarakat agar berbelanja di pasar tersebut.
“Kami para pedagang berharap pasar semakin ramai dan kembali laris dagangannya. Kalau tempatnya sudah diperbaiki, kami juga berharap harga sewanya bisa disesuaikan agar tidak terlalu memberatkan pedagang,” ungkap Berlan.
Pemkot Bekasi memastikan penataan Pasar Baru akan dilakukan secara bertahap. Selain pembenahan sarana dan prasarana, pemerintah juga akan mencari strategi untuk meningkatkan kembali daya tarik pasar sehingga aktivitas perdagangan dapat tumbuh.
Dengan penataan tersebut, Pasar Baru diharapkan kembali menjadi salah satu pusat perdagangan di Kota Bekasi yang ramai dikunjungi masyarakat sekaligus memberikan ruang usaha yang lebih nyaman dan terjangkau bagi para pedagang.
(Red)


