Trawlmediaindonesia.id
Bekasi – Kualitas pekerjaan peningkatan jalan di lingkungan RT 05/RW 012 kembali menuai kritik dari warga. Meski pengawas dari dinas terkait menyatakan pekerjaan tersebut telah diperbaiki, warga masih mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan serta fungsi pengawasan selama proyek berlangsung.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Program Penyelenggaraan Jalan dengan subkegiatan Rekonstruksi Jalan. Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp94.2697.728 juta. dengan penyedia jasa yang tercantum dalam papan proyek yakni CV Libra Abadi.
Pengawas Dinas Klaim Pekerjaan Sudah Diperbaiki
Saat dikonfirmasi mengenai keluhan warga terkait kondisi jalan, pengawas dari dinas terkait memberikan jawaban singkat.
"Ya diperbaiki," ujar pengawas tersebut.
Namun, pernyataan itu tidak disertai penjelasan lebih lanjut mengenai kapan perbaikan dilakukan, bagian mana saja yang diperbaiki, maupun standar teknis yang digunakan untuk memastikan kualitas pekerjaan telah memenuhi ketentuan.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan bagi warga yang sebelumnya telah menyampaikan keluhan mengenai kualitas pekerjaan jalan.
Warga Pertanyakan Fungsi Pengawasan
Warga mempertanyakan keberadaan serta kinerja pengawas dinas selama proses pengerjaan berlangsung. Mereka menilai sejumlah persoalan seharusnya dapat diketahui sejak pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan.
"Kalau sudah diperbaiki, ke mana saja pengawas dinasnya saat pekerjaan berlangsung? Mengapa masalah ketebalan beton hanya 6 sentimeter dan pencampuran puing-puing bekas tidak terdeteksi sejak awal?" ujar warga.
Menurut warga, perbaikan yang dilakukan kontraktor dinilai belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Mereka menyebut perbaikan hanya dilakukan pada bagian permukaan jalan tanpa menyentuh persoalan yang dipermasalahkan sejak awal.
Ketua RT setempat, Ibu Tin, juga telah menegur mandor pelaksana bernama Bedur terkait pekerjaan tersebut.
"Kalau memang harus dibongkar, lebih baik jalan ini diaspal saja," kata Tin.
Warga mengaku sejak awal telah meminta agar jalan tersebut dikerjakan menggunakan sistem pengaspalan. Namun, permintaan tersebut tidak terealisasi.
Warga Soroti Ketebalan Beton dan Material yang Digunakan
Persoalan kualitas pekerjaan juga menjadi sorotan setelah warga mengungkapkan dugaan penggunaan material berupa puing-puing beton bekas dalam proses pengecoran.
"Saat pengecoran saja, banyak puing-puing beton bekas yang dicampur ke dalam adukan. Ketebalan betonnya pun hanya 6 sentimeter, jauh dari standar yang seharusnya," ungkap warga kepada tim Trawlmediaindonesia, Kamis (27/8 /2026).
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, mandor pelaksana bernama Bedur disebut mengakui adanya persoalan dalam pekerjaan tersebut.
Upaya warga untuk menyampaikan keluhan kepada pihak terkait juga disebut belum mendapatkan respons. Pesan WhatsApp yang dikirim kepada konsultan pengawas bernama Ribut disebut tidak mendapat balasan.
Adapun saat media menghubungi pelaksana teknis (peltek) dinas bernama Beril, ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Warga Minta Pemeriksaan Ulang
Warga menilai jawaban bahwa pekerjaan telah diperbaiki belum cukup untuk menjawab persoalan yang mereka keluhkan. Mereka meminta adanya pemeriksaan langsung dan menyeluruh terhadap kondisi jalan.
Warga meminta pihak berwenang:
- Turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan ulang secara independen.
- Memeriksa fungsi dan pelaksanaan pengawasan dinas selama proses pekerjaan berlangsung.
- Memastikan kualitas dan ketebalan beton sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
Jika hasil pemeriksaan membuktikan pekerjaan tidak memenuhi standar, warga meminta bagian jalan yang bermasalah dibongkar dan dikerjakan kembali sesuai ketentuan.
Warga berharap pengawasan terhadap proyek tersebut tidak berhenti pada pernyataan bahwa pekerjaan telah diperbaiki, tetapi dibuktikan melalui pemeriksaan di lapangan sehingga kualitas pembangunan jalan dapat dipastikan aman, awet, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Spn)


