-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Proyek Miliaran Rupiah Dikerjakan CV. Prima Bangun Kencana Paket 16 Sudah Retak, Kwalitas Pekerjaan Pertanyakan

    trawlmediaindonesia
    Minggu, 30 Agustus 2026, 14:49 WIB Last Updated 2026-08-30T07:49:57Z


    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Proyek Konsolidasi Rekonstruksi Jalan Paket-16 (Betonisasi) di Jalan Adi Sucipto, RT 004 RW 09, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Prima Bangun Kencana dengan nilai kontrak fantastis Rp1.604.263.754,82 rupiah itu ternyata sudah mengalami kerusakan parah  padahal pekerjaan belum rampung!

     

    Saat melakukan pantauan di lokasi, media menemukan sejumlah dugaan kerusakan serius pada hasil pekerjaan. Beton yang baru saja dicor sudah retak dan pecah, bahkan sebelum proyek dinyatakan selesai.

     

    Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, terlihat jelas retakan memanjang di bagian tengah jalan. Tak hanya itu, di sejumlah titik, bagian tepi beton juga tampak pecah dan ketebelan pun sangat tipis dan bergelombang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: seberapa buruk kualitas dan metode pelaksanaan proyek yang dibiayai dari uang rakyat ini?


    Desakan Tegas: Pemerintah Kota Bekasi & DBMSDA Harus Turun Tangan!

     

    James Sevin Simanjuntak, dari LMP. Laskar Merah Putih, meminta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.

     

    "Kami meminta Pemerintah Kota Bekasi dan DBMSDA segera mengecek langsung ke lokasi proyek ini. Jika terbukti pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, harus ada evaluasi dan tindakan tegas tanpa kompromi! Jangan sampai anggaran miliaran rupiah uang rakyat menghasilkan karya yang kualitasnya diragukan dan merugikan masyarakat," tegas James Sevin Simanjuntak.


    Belum Ada Klarifikasi dari Pihak Terkait


    Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana CV. Prima Bangun Kencana maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait pekerjaan tersebut.


    (Spn)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini