Trawlmediaindonesia.id
TANGERANG - Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) mengapresiasi pertumbuhan kinerja, penguatan kapabilitas teknis, dan ekspansi internasional PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia).
Sekretaris Umum FSPPI, Budi Cahyono, menegaskan bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan penghargaan kepada pekerja dan penguatan kepercayaan terhadap kader internal dalam kepemimpinan GMF ke depan.
"Penghargaan khusus kami sampaikan kepada para pekerja yang melalui kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalismenya telah menjaga keselamatan, kualitas layanan, serta kepercayaan pelanggan. Mereka adalah fondasi utama keberhasilan perusahaan," ujar Budi di Tangerang, Selasa (21/10/2026).
Pada semester I 2026, GMF membukukan pendapatan sebesar US$270,29 juta, tumbuh 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba berjalan sebesar US$10,81 juta. Pertumbuhan tersebut disertai berbagai pencapaian operasional, termasuk modernisasi pesawat Hercules, pelayanan pelanggan internasional, serta pengembangan kemitraan strategis.
Menurut Budi, kemampuan menangani pekerjaan dengan kompleksitas tinggi dan memenuhi standar penerbangan internasional menjadi bukti kualitas sumber daya manusia GMF.
"Bagi FSPPI, pencapaian tersebut menegaskan kualitas insan GMF yang berkelas dunia dan memperkuat posisi GMF sebagai MRO kebanggaan nasional yang kami tempatkan sebagai nomor satu di Indonesia," tegasnya.
Ekspansi Oman Memperkuat Pengakuan Internasional
Langkah internasionalisasi GMF ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsesi selama 20 tahun bersama Civil Aviation Authority (CAA) Oman pada 5 Oktober 2026 untuk pengoperasian dan pengelolaan fasilitas perawatan pesawat di Bandara Internasional Muscat.
Pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dan diharapkan memperluas akses GMF ke pasar Timur Tengah, Afrika, serta Eropa. GMF juga membangun kolaborasi dengan Mach Aerospace International untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan sumber daya manusia aviasi.
"Kepercayaan untuk mengembangkan dan mengoperasikan fasilitas MRO di Oman menunjukkan bahwa kompetensi insan GMF memiliki nilai di pasar internasional. Ini menjadi kebanggaan bagi pekerja dan bangsa Indonesia," ujar Budi.
Ia menekankan agar pertumbuhan usaha memberikan manfaat nyata bagi pekerja melalui peningkatan kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta kesempatan karier yang adil dan transparan.
Kader Internal Layak Dapat Prioritas Pimpin GMF
FSPPI memandang pencapaian tersebut menjadi dasar kuat untuk memberikan prioritas kepada kader internal yang teruji dalam proses suksesi kepemimpinan GMF.
Budi menjelaskan, industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) membutuhkan pemahaman mendalam mengenai keselamatan penerbangan, kepatuhan regulasi, kompleksitas teknis, dan keberlanjutan bisnis.
"Kader internal GMF memiliki pengalaman langsung menghadapi tuntutan tersebut. Mereka memahami proses bisnis, budaya keselamatan, karakter pelanggan, serta tantangan operasional perusahaan. Kader dengan kompetensi, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan yang terbukti selayaknya memperoleh kesempatan utama untuk memimpin GMF ke depan," tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa pandangan tersebut tetap menghargai kontribusi profesional dari luar, namun prioritas kepada kader internal harus dijalankan berdasarkan meritokrasi dan tata kelola yang baik.
"Ketika keahlian insan GMF dipercaya untuk mendukung pengembangan industri perawatan pesawat di negara lain, kader terbaiknya juga selayaknya memperoleh kepercayaan utama untuk memimpin perusahaan sendiri," ujarnya.
FSPPI sendiri menghimpun serikat pekerja industri penerbangan, meliputi SPINDO, GEC, SKYNAV, APG, SIPERKAS, dan SPASI, serta berafiliasi dengan KSPSI di bawah kepemimpinan Moh Jumhur Hidayat.
"GMF yang semakin kuat merupakan kebanggaan industri penerbangan Indonesia. Kemajuan tersebut harus ditopang penghargaan kepada pekerja, pengembangan kompetensi berkelanjutan, serta kepercayaan kepada kader terbaik untuk membawa perusahaan melangkah lebih jauh," tutup Budi.


