-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kali Cakung Lama Dikeruk, 14 Bangunan Liar Dibongkar di Jakut

    trawlmediaindonesia
    Senin, 12 Oktober 2026, 15:21 WIB Last Updated 2026-10-12T08:24:15Z

     

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Upaya penambahan kapasitas daya tampung kali terus dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara. Salah satunya melalui pengerukan Kali Cakung Lama yang kini telah memasuki segmen 10.


    Pengerukan tidak hanya mengangkat sedimentasi, tetapi juga dibarengi penataan badan kali. Pada segmen 9 hingga 10, sebanyak 14 bagian belakang rumah warga yang menjorok ke badan kali telah dibongkar untuk mengembalikan fungsi dan lebar penampang.


    Proses pembongkaran berlangsung kondusif. Warga memahami bahwa bangunan yang menjorok ke kali telah mengurangi kapasitas penampang basah dan berpotensi menghambat laju aliran air.


    Dengan panjang sekitar 9 kilometer, dari kawasan Agung Sedayu hingga Pompa Bulak Cabe, Kali Cakung Lama menjadi salah satu urat nadi pengaliran air menuju laut melalui Cakung Drain, sekaligus berperan dalam pengendalian banjir di Kelapa Gading, Cilincing, hingga sebagian Koja.


    Ketika dimintai keterangannya, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara Heria Suwandi menjelaskan, lebar Kali Cakung Lama memang tidak seragam.


    "Lebar yang sudah ideal yaitu pada kali yang melintasi kawasan TPU Budi Dharma, mulai dari jembatan Jalan Akses Rawa Malang Kulon hingga Sungai Begog, memiliki lebar sekitar 20 meter, sudah sesuai trase. Tetapi selebihnya lebar kali di bawah itu," ujarnya, Senin (12/10/2026).


    "Apalagi di segmen Sungai Begog hingga Jalan Bhakti VI sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer. Pada titik-titik tertentu, lebar Kali Cakung Lama bahkan hanya tersisa 1,5 hingga 3 meter," ungkapnya.


    “Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan konsultansi publik untuk rencana pembebasan Kali Cakung Lama pada segmen Sungai Begog sampai dengan Jalan Bhakti VI, mudah-mudahan pembebasannya bisa direalisasikan pada Tahun Anggaran 2027”, tambahnya.


    Di tengah keterbatasan lahan, pengerukan mendapat dukungan pihak swasta. Sejumlah perusahaan menyediakan lahannya sebagai lokasi sementara loading lumpur ke dump truck sebelum dibawa ke lokasi pembuangan akhir.


    Selain Kali Cakung Lama, pengerukan juga dilakukan di sejumlah kali, waduk, embung, dan saluran penghubung (PHB) di Jakarta Utara sebagai mitigasi menghadapi musim hujan.


    Lokasi pengerukan waduk/embung meliputi Waduk Pluit, Waduk Sunter Utara (Waduk Cincin), dan Waduk Belibis.


    Lokasi pengerukan kali meliputi Kali Adem, Kali Angke segmen Kali Cagak, Kali Cakung Lama, Kali Betik segmen Villa Permata Gading, Kali Betik Tanah Merah, serta Kali Lodan Kampung Bandan.


    Sementara pengerukan PHB meliputi Saluran Gendong Artha Gading, PHB Sunter Danau Permai, dan saluran Jalan Marunda (TAIFIB).


    Pengerukan dilakukan bertahap dan berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi saluran air sekaligus memastikan Jakarta Utara memiliki kapasitas pengaliran yang lebih baik saat curah hujan meningkat. Upaya ini bukan sekadar mengangkat lumpur, tetapi mengembalikan ruang bagi air untuk mengalir.


    (Ida)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini