-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Diharapkan Urai Kemacetan

    trawlmediaindonesia
    Sabtu, 10 Oktober 2026, 13:16 WIB Last Updated 2026-10-10T06:16:17Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proses pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung di kawasan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Jumat (9/10/2026). 


    Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proyek yang telah direncanakan sejak lama itu dapat diselesaikan sesuai target.


    Pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung di kawasan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jalan sepanjang 1,8 kilometer ini ditargetkan rampung paling lambat pada 2027 dan diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan.


    Dalam keterangannya kepada wartawan, Pramono menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan jalan ini telah dimulai sejak 2006, sedangkan pelaksanaannya mulai dilakukan pada 2009. Namun, dalam perjalanannya, proyek tersebut menghadapi berbagai kendala sehingga belum sepenuhnya selesai.


    Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono mengaku telah meminta Dinas Bina Marga untuk memprioritaskan penyelesaian proyek infrastruktur yang belum tuntas, tetapi memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran transportasi.


     “Tempat-tempat yang belum selesai, yang memberikan manfaat banyak bagi perkembangan kota, terutama transportasi, harus kita prioritaskan, kita selesaikan, termasuk jalan ini,” ujar Pramono.


    Menurutnya, keberadaan jalan yang dikenal sebagai Arteri Kelapa Gading tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan. Jalan ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif bagi pengguna jalan sehingga beban lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dapat berkurang.


    Pramono mengatakan, panjang jalan yang mencapai 1,8 kilometer itu ditargetkan selesai paling lambat pada 2027. Ia pun telah meminta Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Wondo, untuk memastikan penyelesaian pembangunan sesuai target tersebut. “Panjang jalan ini 1,8 kilometer dan mudah-mudahan paling lama, saya sudah minta kepada Pak Wondo, paling lama di tahun 2027 sudah harus selesai,” katanya.


    Selain meninjau pembangunan jalan tembus, Pramono juga menyoroti penataan kawasan Kelapa Gading. Ia menyebut sebagian besar fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di kawasan tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


    Penyerahan aset tersebut diharapkan dapat mempermudah pemerintah melakukan penataan kawasan, termasuk memperbaiki kondisi jalan yang bergelombang serta membenahi sejumlah titik yang membutuhkan perhatian.


    Salah satu lokasi yang sedang ditangani adalah Bundaran Kelapa Gading. Pemerintah juga melakukan upaya penanganan banjir di kawasan tersebut, termasuk melalui normalisasi Kali Cakung Lama hingga ke muara.


    Pramono berharap pembangunan infrastruktur jalan, penataan fasilitas umum, dan penanganan banjir dapat berjalan beriringan sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


    Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat menyampaikan bahwa penyelesaian Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah dan kelancaran mobilitas warga.


     “Penyelesaian jalan tembus ini diharapkan dapat memberikan pilihan jalur yang lebih baik bagi masyarakat, membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, serta mendukung penataan kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya. Kami berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan warga,” ujar Hendra.


    (Tto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini