-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Temuan Kejanggalan Proyek Turap Kali PTI, Pemerhati Desak Dilakukan Audit Menyeluruh

    trawlmediaindonesia
    Sabtu, 10 Oktober 2026, 19:47 WIB Last Updated 2026-10-10T12:47:43Z

     

    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Sistem Drainase Perkotaan, Peningkatan Saluran Rutin Utama Kota Bekasi, khususnya Perbaikan Turap Kali PTI, Jembatan 1 ke arah MGT, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya diduga sarat kejanggalan. Proyek yang diselenggarakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi ini dikerjakan oleh PT. Mitra Erzhan Jaya dengan nilai anggaran sebesar Rp209.767.000.

     

    Temuan di Lapangan

     

    Saat awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi, ditemukan sejumlah hal yang dinilai menyimpang dari spesifikasi teknis:

     

    • Jarak besi tulangan (sekang/cincin): terpasang berjarak 22–26 cm, padahal seharusnya maksimal 20 cm.


    • Selop atas: jarak pembesian mencapai 26 cm, melebihi standar yang ditetapkan.


    • Pemasangan batu kali: tidak rapi, dan ditemukan penggunaan batu bekas bongkaran yang dipasang kembali dengan cara dioplos


    Kondisi tanah pondasi: pengecoran tetap dilakukan meskipun kondisi tanah di bawahnya masih gembur

     

    Hal ini memunculkan pertanyaan, mengapa pelaksanaan di lapangan tidak mengikuti gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

     

    Penilaian Pemerhati Infrastruktur

     

    Selvin Siamar Juntak dari Laskar Merah Putih, Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, memberikan penilaiannya kepada media pada Sabtu (10/10/2026):

     

    "Berdasarkan kaidah teknis, jarak pembesian selop atas maksimal 20 sentimeter agar struktur kolom kuat. Pengecoran pondasi turap tidak boleh dilakukan saat kondisi tanah masih tergenang air masih karena dapat menurunkan daya ikat dan kekuatan struktur secara signifikan."

     

    Selvin juga mengingatkan bahwa sebelum pengecoran dilakukan, pemasangan tulangan dan kondisi pondasi wajib diverifikasi terlebih dahulu oleh konsultan pengawas:

     

    "Kalau tahap verifikasi diabaikan, risikonya adalah kegagalan konstruksi. Saya menduga kuat adanya pengurangan spesifikasi teknis atau spec down pada pekerjaan ini. Analisis kebutuhan material harus berdasarkan pekerjaan yang sebenarnya. Jika tidak, potensi penyimpangan sangat terbuka lebar."


    Desakan Audit Menyeluruh

     

    Mengingat temuan-temuan tersebut, Selvin Siamar Juntak meminta pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti:

     

    DBMSDA Kota Bekasi mengaudit kinerja PT. Mitra Erzhan Jaya, memverifikasi apakah pekerjaan di lapangan sudah sesuai spesifikasi teknis

     

    Inspektorat Kota Bekasi dan BPK memeriksa seluruh dokumen pengadaan dan pemesanan material proyek secara menyeluruh

     

    "Kita harus memastikan setiap rupiah anggaran rakyat dikelola dengan benar dan hasil pekerjaan aman serta berkualitas," pungkas Selvin.


    (Spn)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini