-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kelurahan Rorotan Jadi Pilot Project Rumah Memilah, 11.000 Ember Dibagikan untuk Tekan Sampah Organik

    trawlmediaindonesia
    Jumat, 27 Februari 2026, 13:47 WIB Last Updated 2026-02-27T06:47:12Z

     


    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Kelurahan Rorotan resmi ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) program “Rumah Memilah” dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Program ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain di DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah organik.


    Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat (PSM) Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH), Risart Seristian, mengatakan penunjukan Rorotan sebagai pilot project merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.


    “Ini positif buat kita, karena hampir sebagian besar masyarakat, mungkin ya Rorotan belum mengerti masalah pemilahan menggunakan ember. Tetapi dengan adanya proyek-proyek dari Pak Menteri dan peran dari Pemda DKI Jakarta tentang ruang memilah, dicontohlah Kelurahan Rorotan,” ujar Risart saat ditemui di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Jumat (27/2/2026).


    Ia menjelaskan, dengan jumlah 14 RW dan 152 RT, Rorotan dinilai siap menjadi wilayah percontohan program rumah memilah.


    “Intinya dengan 14 RW dan 152 RT, maka ditunjuklah Lurah Rorotan sebagai pilot project rumah memilah,” katanya.


    Sementara itu, Pengelola Peran Serta Masyarakat, Ria Iantasih, menegaskan bahwa program rumah memilah menyasar seluruh warga tanpa terkecuali. Menurutnya, Rorotan kini mulai dipersiapkan sebagai lokasi percontohan pengurangan sampah oleh Menteri Lingkungan Hidup.


    “Rorotan ini sekarang sudah mulai dijadikan percontohan oleh Menteri LH sebagai kelurahan pengurangan sampah dari sumber. Kemarin kami sudah melakukan sosialisasi bersama lurah dan seluruh stafnya, dengan warga yang diwakili oleh ketua RW dan perwakilan RT, terkait pengelolaan sampah melalui pemilahan di sumber,” jelas Ria.


    Ia berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif dalam memilah sampah, terutama sampah organik yang selama ini menjadi penyebab utama timbulnya bau karena masih tercampur dengan jenis sampah lain.


    “Kemarin arahan dari Menteri, fokus utama pengurangan sampah adalah pemilahan sampah organik. Ada empat jenis pilah, tetapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah masih banyak sampah tercampur, khususnya organik. Makanya timbul bau karena masih ada sampah organiknya,” ungkapnya.


    Untuk mendukung program tersebut, Sudin LH telah membagikan sebanyak 11.000 ember kepada warga Rorotan. Ember tersebut dikhususkan untuk menampung sampah organik di setiap rumah tangga.


    “Sudin LH membagikan ember ke semua rumah sebanyak 11.000 unit dan itu akan dibagikan ke seluruh rumah. Harapannya warga memilah sampah, khususnya organik,” kata Ria.


    Selain itu, setiap RT akan mendapatkan tiga drum kompos berwarna biru sebagai tempat penampungan sampah organik yang telah dipilah warga.


    “Nanti dari sampah organik yang sudah dikumpulkan, Sudin LH juga akan memberikan drum poin kompos warna biru. Satu RT ada tiga drum poin untuk menampung sampah organik yang sudah dipilah warga,” tambahnya.


    Setelah terkumpul, sampah organik tersebut akan disalurkan ke sejumlah pengelola untuk diolah menjadi kompos atau produk ramah lingkungan lainnya.


    “Setelah ditampung di drum poin, nanti akan dikirim ke opteker-opteker sampah organik, misalnya ke rumah amal, bank sampah, komposting, atau ecoenzim,” jelas Ria.


    Risart pun berharap program pemilahan sampah ini dapat segera diterapkan secara luas di seluruh wilayah DKI Jakarta.


    “Harapannya program pemilahan sampah ini bisa cepat diterapkan se-DKI,” tutupnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini