TRAWLMEDIAINDONESIA.ID
JAKARTA — Dukungan terhadap operasional RDF Plant Rorotan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi fasilitas tersebut. Masyarakat RW 07 Kelurahan Rorotan, yang jaraknya sekitar 700 meter dari RDF Plant, menyatakan dukungannya dengan sikap terbuka, kritis, dan penuh kepedulian.
Ketua RW 07 Kelurahan Rorotan, H. Idil Adha, mengatakan warga pada prinsipnya mendukung keberadaan dan operasional RDF Plant Rorotan, selama pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan terus dievaluasi.
Ia mengakui, pada beberapa kesempatan saat awal commisioning warga sempat mencium bau dari aktivitas fasilitas tersebut. Namun, menurutnya, kondisi itu tidak berlangsung lama dan tidak terjadi secara terus-menerus. DLH juga telah melakukan perbaikan dengan penambahan alat.
“Memang pernah beberapa kali tercium bau saat awal, tapi tidak lama. Kekhawatiran warga itu wajar, mulai dari isu kualitas udara, kesehatan, kemacetan, sampai dampak terhadap lingkungan sekitar,” ujar Idil.
Meski demikian, warga RW 07 memahami bahwa RDF Plant Rorotan memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sampah Jakarta yang kian kompleks. Kehadiran fasilitas ini dinilai memberikan manfaat nyata, baik bagi sistem pengelolaan sampah kota maupun bagi masyarakat sekitar.
“Kami melihat pengelolaan sampah jadi lebih dekat dan tidak sepenuhnya bergantung pada TPST Bantargebang yang jaraknya cukup jauh.” jelasnya.
Idil menambahkan, hingga saat ini aktivitas sosial dan ekonomi warga RW 07 tetap berjalan normal. Operasional RDF Plant Rorotan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, bahkan dinilai berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
“Kalau persoalan sampah bisa ditangani lebih dekat, tentu pengangkutan jadi lebih efisien, baik dari sisi energi maupun biaya. Ini yang membuat RDF Plant menjadi fasilitas yang penting bagi Jakarta ke depan,” katanya.
Ia menegaskan, dukungan warga bukan berarti tanpa pengawasan. Justru sebaliknya, masyarakat RW 07 memilih untuk mengawal langsung operasional RDF Plant Rorotan dengan cara yang konstruktif.
“Kami memilih mengawal, memberi masukan, dan mendorong perbaikan. Kami juga aktif melakukan sosialisasi kepada warga agar memahami secara utuh fungsi dan manfaat RDF Plant Rorotan,” ujar Idil.
Ke depan, warga berharap pengelola RDF Plant Rorotan terus melakukan evaluasi berkelanjutan, mulai dari kesiapan mesin dan peralatan, pengaturan jam operasional, hingga penyempurnaan sistem pengolahan sampah agar semakin ramah lingkungan.
Selain itu, komunikasi yang intensif dengan pengurus wilayah dan warga terdampak dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami berharap evaluasi dilakukan secara kontinyu dan komunikasi dengan warga tetap terjaga. Dengan begitu, operasional RDF Plant Rorotan bisa berjalan aman, nyaman, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Idil.


