-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Gerakan Kurangi Sampah Digencarkan, Pemkot Jakut Ajak Warga Mulai dari Keluarga hingga Sekolah

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 09 April 2026, 15:08 WIB Last Updated 2026-04-09T08:09:05Z

     


    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengurangi volume sampah dengan menekankan peran penting keluarga sebagai titik awal perubahan. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama melalui kebiasaan memilah sejak dari rumah.


    Menurut Hendra, pengurangan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui pendidikan serta peran komunitas.


    “Saya harap setiap sekolah saat ini wajib menerapkan pemilahan sampah dan terus mengingatkan kepada anak didik untuk berkampanye dalam mengurangi sampah,” ujar Hendra Hidayat kepada media.


    Ia menambahkan bahwa edukasi sejak dini menjadi kunci utama dalam membangun budaya peduli lingkungan di masyarakat.


    “Kesadaran untuk peduli sampah dimulai dari anak usia dini dengan mengajarkan cara memilah sampah. Peran terbesar ada pada orang tua di dalam keluarga. Kemudian setiap komunitas di Jakarta Utara juga harus mulai menerapkan daur ulang sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomi,” tambahnya.


    Di sisi lain, upaya penanganan sampah juga dilakukan di lapangan. Pada Kamis (9/4/2026), Camat Tanjung Priok, Rizal Kadafi, memimpin kegiatan kerja bakti massal dengan melibatkan ratusan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) gabungan dari berbagai kelurahan.


    “Hari ini kami mengerahkan ratusan PPSU dan juga beberapa PJLP di Kecamatan Tanjung Priok untuk membersihkan lokasi TPS3R di Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo,” kata Rizal.


    Ia menjelaskan, lonjakan volume sampah di lokasi tersebut terjadi akibat penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan kolong tol Sungai Bambu.


    “Imbas penutupan TPS di kolong tol Sungai Bambu, TPS3R Waduk Cincin menjadi membludak. Oleh karena itu, kami lakukan pembatasan pembuangan sampah dan akan dijaga oleh Satpol PP,” jelasnya.


    Sebagai langkah pengendalian, pihak kecamatan memberlakukan jadwal pembuangan sampah bagi warga, yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB. Warga juga diwajibkan membuang sampah langsung ke armada yang telah disediakan.


    Sementara itu, Kepala Seksi PSLB3 Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Ardiyanto, memastikan kesiapan armada pengangkut sampah guna mengatasi penumpukan.


    “Kami akan menyediakan 4 hingga 8 truk sampah setiap hari dan meminta warga untuk langsung membuang sampah ke dalam truk, bukan ke pinggir jalan atau trotoar agar tidak berserakan tertiup angin,” ujarnya.


    Kondisi di lapangan juga dibenarkan oleh Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Amir. Ia menyebut tumpukan sampah di Waduk Cincin sempat menggunung sebelum dilakukan pembersihan.


    “Benar, sejak pagi ada kerja bakti gabungan yang dikoordinir oleh Pak Camat. Tumpukan sampah di Waduk Cincin terlihat seperti gunung,” ungkap Amir saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.


    Ia menambahkan, volume sampah di lokasi tersebut bisa mencapai 9 hingga 10 ton per hari, sehingga membutuhkan sekitar 10 armada truk untuk pengangkutannya setiap hari.


    “Tumpukan sampah di Waduk Cincin setiap harinya bisa mencapai 9-10 ton dan harus diangkut dengan sekitar 10 armada dari Sudin LH Jakarta Utara,” tutupnya.


    (Aly)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini