Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik enam pejabat baru dalam sebuah prosesi resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Momen pelantikan tersebut turut diwarnai suasana hangat ketika akademisi Rocky Gerung hadir sebagai tamu undangan dan sempat berinteraksi langsung dengan Presiden.
Usai pengambilan sumpah jabatan, Prabowo menyalami para pejabat yang baru dilantik beserta pendampingnya. Adapun enam tokoh yang dilantik antara lain :
- Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
- Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
- Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan
- Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi
- Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga terlihat menyalami Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan. Ketiganya sempat berbincang santai disertai tawa, menciptakan suasana akrab di tengah agenda resmi kenegaraan.
Rocky mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang singkat dengan Prabowo. Ia menyebut Presiden menyapanya dengan nada bercanda.
"Pak Prabowo bilang, ‘Wah Pak Rocky terima kasih hadir, dan ternyata Pak Rocky masih disiden’," ujar Rocky usai acara.
Rocky menilai pernyataan tersebut disampaikan dengan ekspresi santai. Dikutip KBBI, disiden adalah orang yang tidak sepakat dengan pendapat seseorang atau kelompok.
"Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Emang saya disiden," katanya.
Selain itu, Rocky juga menjelaskan kehadirannya dalam pelantikan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Jumhur Hidayat, yang ia kenal secara personal.
"Ya, sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan, sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa latar belakang Jumhur sebagai mantan narapidana tidak mengurangi kapasitas intelektualnya.
"Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu," lanjutnya.
Di sela acara, Rocky juga berbincang dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia mengaku diskusi mereka menyinggung soal kepemimpinan dan komunikasi nonverbal.
"Ya, saya ngomong dengan Seskab tentang ethics of care dan ethics of rights. Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh. Bukan melalui tubuh ya," jelas Rocky.
Menurutnya, bahasa tubuh menjadi bagian penting dalam menunjukkan karakter kepemimpinan.
"Nah, saya bilang Pak Teddy ini mampu memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan yang sifatnya psikologis disimpan untuk hal-hal yang momentum," sambungnya.
(Red)


