Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Haji Muhammad Ali Abdul Ghani, mengajak seluruh karyawan dan karyawati di Jakarta Utara untuk menyisihkan sebagian rezeki melalui ibadah kurban pada Idul Adha 1447 H.
Menurutnya, Idul Adha memiliki dua momen penting yang saling berkaitan. Pertama, keterhubungan langsung dengan pelaksanaan ibadah haji, di mana seluruh jemaah haji berkumpul di Arafah pada 9 Zulhijah. Arafah merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan, sehingga seluruh jemaah, baik yang sehat maupun sakit, wajib berada di sana. Setelah itu, jemaah melanjutkan ke Muzdalifah untuk mabit, dengan skema murur yang memungkinkan jemaah lansia dan sakit tetap berada di dalam bus.
“Di Mina pun tidak semuanya bermalam di Mina, ada sebagian yang bermalamnya di hotel masing-masing,” jelasnya saat di temui di Kantor Kementrian Agama Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026).
Momen kedua adalah ibadah kurban yang mengabadikan peristiwa ketauhidan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Peristiwa tersebut menjadi dasar disyariatkannya kurban bagi umat Islam yang mampu.
“Peristiwa ini menjadi bagian yang terus diabadikan dalam proses sejarah panjang, sampai dengan hari ini kita disyariatkan untuk berkurban bagi yang mampu. Dan tidak cukup sekali, jadi setiap tahun kalau kita mampu, ya kita disunahkan untuk berkurban,” ujarnya.
Kemenag Jakarta Utara telah mulai menerima hewan kurban dari karyawan dan mitra. Penyembelihan dijadwalkan pada Kamis, 28 Mei 2026, agar pada hari H Idul Adha karyawan memiliki kesempatan berkiprah di masyarakat sekitar.
Haji Muhammad Ali menekankan bahwa kurban merupakan pertanda kerelaan untuk melepas apa yang dimiliki, karena sesungguhnya semua itu bukan milik kita. Daging kurban, lanjutnya, sangat bermanfaat bagi fakir miskin yang jarang menikmati daging sepanjang tahun.
“Kalau di kota biasanya bisa beli ketengan gitu. Tapi buat mereka yang berada di kampung-kampung, di pelosok-pelosok, itu kadang-kadang makan daging itu setahun sekali. Makan ayam aja nunggu ayamnya sakit baru dipotong,” katanya.
Ia berharap ibadah kurban dapat membantu kaum fakir miskin menikmati hidangan daging sekaligus melepas kesombongan dari para agnia.
“Demikian barangkali yang bisa saya sampaikan,” tutupnya.
(Red)


