-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Beton Baru Retak, Media Soroti Proyek Drainase Rp2,7 Miliar di Pondok Gede

    trawlmediaindonesia
    Senin, 27 Juli 2026, 17:07 WIB Last Updated 2026-07-27T10:07:42Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Proyek Peningkatan Saluran Jalan Raya Pondok Gede yang dikerjakan oleh CV. Olivia Margaret dengan nilai kontrak Rp2.702.718.429 menjadi sorotan. Saat melakukan kontrol sosial di lokasi, media menemukan sejumlah dugaan kerusakan pada hasil pekerjaan, di antaranya beton yang sudah mengalami retak dan pecah meski proyek masih dalam tahap pelaksanaan.


    Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, terlihat sambungan antara beton lama dan beton baru mengalami retak memanjang. Bahkan di beberapa titik, bagian tepi beton tampak pecah dan mengelupas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan serta metode pelaksanaan proyek yang dibiayai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi tersebut.


    Selain temuan fisik pekerjaan, media juga mengaku mengalami kendala saat menjalankan fungsi kontrol sosial. Menurut pengakuan media, pelaksana lapangan bernama Lintong menyampaikan bahwa setiap awak media yang hendak mendokumentasikan pekerjaan harus terlebih dahulu meminta izin kepadanya.


    "Pelaksana lapangan menyampaikan bahwa kalau media datang ke lokasi dan ingin mengambil foto harus izin dulu kepada dirinya. Padahal kegiatan proyek pemerintah seharusnya terbuka untuk pengawasan masyarakat dan media," ungkap sumber di lapangan.


    Media juga mengaku beberapa kali berupaya menemui konsultan pengawas untuk meminta penjelasan terkait kondisi pekerjaan. Namun, menurut pengakuan media, setiap kali akan ditemui, konsultan pengawas tidak berada di lokasi sehingga konfirmasi belum dapat diperoleh.


    Ketua Komunitas Jurnalis Bekasi (KOJAS), Wahyu Arab, meminta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.


    "Kami meminta Pemerintah Kota Bekasi dan DBMSDA segera melakukan pengecekan langsung terhadap proyek ini. Jika memang ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, harus ada evaluasi dan tindakan tegas. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah yang berasal dari uang rakyat menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan," tegas Wahyu Arab.


    Hingga berita ini ditulis, pihak CV. Olivia Margaret, pelaksana lapangan, maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi retak pada beton maupun dugaan pembatasan terhadap aktivitas dokumentasi media di lokasi proyek. Berita ini akan diperbarui apabila pihak-pihak terkait memberikan hak jawab atau klarifikasi.


    (Spn)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini