-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bantuan Permakanan 2026 Mulai Disalurkan, Pemkot Bekasi Sasar Anak, Lansia dan Disabilitas

    trawlmediaindonesia
    Kamis, 17 September 2026, 14:30 WIB Last Updated 2026-09-17T07:30:31Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Bekasi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Sosial Kota Bekasi kembali menyalurkan bantuan permakanan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendistribusian Permakanan Tahun 2026 kali ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bekasi Timur.


    Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Apel Gabungan Tingkat Kecamatan Bekasi Timur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bekasi memperkuat pelayanan dan perlindungan sosial, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.


    Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert Siagian, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Juli Hartini, Camat Bekasi Timur Arie Halimatussadiyyah, para lurah se-Kecamatan Bekasi Timur, jajaran aparatur kecamatan, serta unsur terkait lainnya.


    Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert Siagian mengatakan, program permakanan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan.


    Menurutnya, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, khususnya anak-anak, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas.


    “Melalui program permakanan ini, kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bukan hanya sekadar paket bahan pangan, tetapi merupakan bagian dari perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bekasi dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat,” ujar Robert.


    Robert menambahkan, keberhasilan penyaluran bantuan sosial tidak terlepas dari koordinasi antara perangkat daerah dengan pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.


    Pasalnya, aparatur wilayah dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat membantu memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang sesuai dengan sasaran program.


    “Kami terus mendorong agar pendistribusian dilakukan secara tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata. Sinergi dengan kecamatan dan seluruh kelurahan sangat penting karena pemerintah di tingkat wilayah merupakan bagian yang dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi penerima manfaat,” tambahnya.


    Dalam program Permakanan Tahun 2026, penerima manfaat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni anak, lansia, dan penyandang disabilitas.


    Untuk kategori anak, setiap paket bantuan berisi 15 liter beras, satu pcs kecap manis, satu buah cornet sapi, satu liter minyak goreng, satu kaleng sarden, satu dus susu bubuk anak, satu kaleng biskuit, serta satu kilogram gula pasir.


    Sementara paket bagi penerima manfaat kategori lansia terdiri dari 15 liter beras, satu pcs kecap manis, satu buah cornet sapi, satu liter minyak goreng, satu kaleng sarden, satu dus susu bubuk lansia, satu kaleng biskuit, dan satu kilogram gula pasir.


    Adapun bagi penyandang disabilitas, paket yang diberikan terdiri atas 15 liter beras, satu pcs kecap manis, satu buah cornet sapi, satu liter minyak goreng, satu kaleng sarden, satu kaleng biskuit, serta satu kilogram gula pasir.


    Dinas Sosial Kota Bekasi bersama Kecamatan Bekasi Timur dan seluruh kelurahan juga terus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut.


    Koordinasi dilakukan untuk mendukung ketepatan sasaran, kelancaran distribusi, sekaligus memastikan adanya pendataan, pendampingan, dan pemantauan terhadap penerima manfaat.


    Pemkot Bekasi berharap program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.


    Melalui program Permakanan Tahun 2026, Pemkot Bekasi juga menegaskan upayanya untuk menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.


    Kolaborasi antara perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan diharapkan semakin memperkuat pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat serta responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini