-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kafilah DKI Jakarta Siap Raih Juara di Ajang MTQ Nasional 2026

    trawlmediaindonesia
    Selasa, 15 September 2026, 13:35 WIB Last Updated 2026-09-15T06:35:19Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui kafilah perwakilan daerah turut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ( Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang dipusatkan di Kota Semarang, Jawa Tengah yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 20 September 2026.


    Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang resmi dibuka dengan sejumlah terobosan penting. Bukan sekadar ajang syiar dan kompetisi akbar, perhelatan tahun ini diwarnai keputusan besar Kementerian Agama yang mengubah siklus penyelenggaraan event keagamaan nasional ini menjadi agenda tahunan.


    Pembukaan MTQ XXXI yang dipusatkan di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam (12/9/2026), ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Nusantara memadati lapangan terbuka tersebut.


    Transformasi Kebijakan: MTQ Digelar Setiap Tahun


    Di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta kafilah dari 37 provinsi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengumumkan kebijakan monumental terkait masa depan syiar Al-Qur’an di tanah air.


    Mulai tahun ini, Kemenang memutuskan untuk meniadakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang sebelumnya diselingi setiap dua tahun sekali. Sebagai gantinya, ajang MTQ akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun demi menjaga denyut syiar yang lebih masif.


    “Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Karena itu demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ,” tegas Menag Nasaruddin Umar.


    Selain perubahan siklus penyelenggaraan, MTQ Nasional XXXI di Semarang juga mencatatkan sejarah dalam hal inklusivitas sosial. Pemerintah menegaskan komitmennya agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.


    Pada perhelatan tahun ini, panitia menghadirkan cabang ekshibisi Al-Qur’an khusus bagi penyandang disabilitas sensorik tuli dengan memanfaatkan mushaf Al-Qur’an isyarat.


    “Ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur’an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” papar Menag.


    Libatkan 2.242 Peserta dan Dongkrak Ekonomi Lokal

     

    Ajang bergengsi yang dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026 ini diikuti oleh total 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka akan berlomba dalam delapan cabang lomba yang mencakup 24 golongan dan 48 kategori, mulai dari anak-anak hingga dewasa, yang disebar di 12 venue berbeda di Kota Semarang. Kehadiran ribuan kafilah dan pengunjung ini juga diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal hingga mencapai angka Rp1,2 triliun.


    Penantian panjang selama 47 tahun, sejak terakhir kali Jateng menggelar ajang serupa pada tahun 1979 silam.


    Dengan mengukuhkan 155 Dewan Hakim dan 7 Dewan Pengawas yang menjunjung tinggi objektivitas, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak hanya berhenti pada selebrasi dan kompetisi semata, melainkan sukses membumikan Living Quran di tengah keragaman bangsa Indonesia.


    (Tto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini