Trawlmediaindonesia.id
Jakarta – Perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) yang pada tahun 2026 genap berusia satu abad dalam kalender Masehi, terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar dengan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Capaian tersebut tidak lepas dari peran para fungsionaris di berbagai tingkatan yang bekerja tanpa henti menggerakkan roda organisasi.
Salah satu sosok yang dinilai berhasil menjalankan peran tersebut adalah K.H. Agus Muslim, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PCNU Jakarta Utara untuk periode kedua. Dalam wawancara yang berlangsung di Pondok Pesantren Annisfasa, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (4/4/2026), ia berbagi perjalanan dan pandangannya tentang pengabdian di NU.
Agus Muslim mengungkapkan latar belakang pendidikannya di pesantren. “Saya pernah mondok di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dan Pondok Pesantren Al Muhajirin, Gunung Tangkil, Bogor, Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga menceritakan awal keterlibatannya di NU yang telah dimulai hampir tiga dekade lalu. “Saya mengenal NU 29 tahun yang lalu. Awal jabatan saya di NU dari banom GP Ansor sebagai Wakil Sekretaris GP Ansor Jakarta Utara. Dan sampai saat ini, saya tidak pernah keluar dari struktur Nahdlatul Ulama,” katanya.
Dalam hal kaderisasi, Agus Muslim termasuk angkatan awal program kader yang digagas oleh PBNU. “Saya menjadi salah satu peserta pertama kaderisasi yang digagas PBNU pada 2012 dengan nama PKPNU, yang dibesut oleh Waketum PBNU saat itu, K.H. As’ad Said Ali. Selain itu, saya juga mengikuti MKNU, PDPKP NU, bahkan PMK NU,” jelasnya.
Menurutnya, proses kaderisasi memberikan dampak besar dalam perjalanan kepemimpinannya. “Hasil dari kaderisasi ini tentu adalah melaksanakan perintah kader, memimpin dan menggerakkan NU sesuai jabatan saya. Bahkan saya dipercaya oleh PBNU menjadi instruktur di MKNU dan PDPKPNU,” ungkapnya.
Selama berkiprah di NU, Agus Muslim telah menempati berbagai posisi strategis. Ia pernah memimpin MWC NU Kelapa Gading, menjabat Sekretaris PCNU Jakarta Utara, Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta, hingga kini kembali dipercaya memimpin PCNU Jakarta Utara.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya. “Ketika tahun 2020 saya dilantik menjadi Ketua PCNU Jakarta Utara, saya langsung tancap gas membangun kekuatan organisasi di semua tingkatan dengan menghidupkan 6 MWCNU, 31 ranting, hingga 120 anak ranting se-Jakarta Utara,” ujarnya.
Tidak hanya itu, ia bersama jajaran pengurus juga berhasil membangun kantor PCNU Jakarta Utara. “Pada 2021, kami bersama Rais Syuriyah KH Nasihin Zain dan seluruh pengurus melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor tahap kedua. Alhamdulillah, pada Oktober 2022 kantor PCNU Jakarta Utara diresmikan dan menjadi ikon kantor PCNU pertama di DKI Jakarta saat itu,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Agus Muslim memberikan pesan bagi para fungsionaris NU ke depan. “Untuk menjadi pemimpin NU tidak cukup hanya bermodal lulusan pesantren atau nasab ke-NU-annya,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya pengalaman dan proses panjang dalam berorganisasi.
“Harus punya jam terbang dalam membangun dan menggerakkan NU dari akar rumput. Tidak cukup satu periode, tetapi harus melalui proses berjenjang dan mengikuti seluruh kaderisasi. Itu baru bisa disebut fungsionaris NU sejati yang mumpuni,” pungkasnya.
(Tto)


