-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trawlmediaindonesia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kemenag RI: Waisak 2026 Diharapkan Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian Umat

    trawlmediaindonesia
    Jumat, 29 Mei 2026, 12:53 WIB Last Updated 2026-05-29T05:54:18Z

    Trawlmediaindonesia.id

    Jakarta – Puncak perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 kembali akan dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Mei 2026 mendatang. Puluhan ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan memadati kawasan candi untuk mengikuti rangkaian ritual suci yang menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar umat Buddha di Tanah Air.


    Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Waisak tahun ini. Pemerintah juga mengajak umat Buddha di Jawa Tengah maupun seluruh Indonesia untuk turut hadir dan menjadikan momentum Waisak sebagai ruang penguatan spiritualitas sekaligus penyebaran pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama.


    Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin kebebasan seluruh umat dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.


    Menurutnya, berbagai koordinasi intensif terus dilakukan bersama lintas kementerian, lembaga, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga panitia penyelenggara agar seluruh rangkaian kegiatan Waisak dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat.


    “Panitia perlu berkoordinasi dengan seluruh jajaran lembaga, kementerian, dan pemerintah daerah khususnya untuk bersama-sama mempersiapkan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik, lancar sehingga umat Buddha juga bisa melaksanakan ibadahnya dengan hikmat,” ujar Supriyadi dalam keterangannya, pada (28/5/2026).


    Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Waisak bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan spiritualitas dan refleksi kehidupan bagi umat Buddha maupun masyarakat yang hadir di kawasan Borobudur.


    Perayaan Waisak tahun ini diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta. Namun demikian, kapasitas Lapangan Kenari Zona 1 di kawasan Borobudur diperkirakan tidak mampu menampung seluruh peserta karena jumlahnya diprediksi melebihi 10 ribu orang. Sebagian umat nantinya akan mengikuti rangkaian ibadah dari area luar lapangan yang telah disiapkan panitia.


    Meski demikian, pemerintah memastikan kawasan perayaan tetap dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan nyaman, sehingga seluruh pengunjung dapat merasakan pengalaman spiritual yang mendalam di kompleks candi Buddha terbesar di dunia tersebut.


    Selain itu, Supriyadi juga mengingatkan bahwa pemanfaatan kawasan candi untuk kegiatan keagamaan harus tetap memperhatikan aturan pelestarian budaya dan ketentuan yang berlaku.


    Pendekatan spiritualitas dan kebudayaan, kata dia, menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Waisak di Borobudur.


    “Tentu yang kami lakukan adalah bagaimana agar candi ini juga dipergunakan dengan pendekatan spiritualitas berkebudayaan. Artinya, ruang ini harus betul-betul bisa memberikan manfaat bagi setiap orang yang akan berkunjung ke Candi Borobudur,” katanya.


    Lebih lanjut, Supriyadi menilai perayaan Waisak di Indonesia memiliki kekhasan dan nilai budaya yang unik dibandingkan negara lain. Tradisi Waisak di Borobudur bahkan telah menjadi agenda penting berskala nasional maupun internasional yang terus mendapat dukungan pemerintah dari tahun ke tahun. 


    Ia berharap semangat Waisak dapat memperkuat persatuan bangsa, mempererat kerukunan antarumat beragama, serta menumbuhkan nilai toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Tak hanya memiliki nilai religius, perayaan Waisak juga dinilai memberikan dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, terutama sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal di kawasan Magelang dan sekitarnya.


    Pada pelaksanaan tahun ini, rangkaian Waisak juga akan dimeriahkan dengan program “Lentera Perdamaian”, sebuah kegiatan simbolis yang membawa pesan perdamaian, kasih sayang, dan harmoni untuk masyarakat dunia.


    Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur diharapkan kembali menjadi simbol persatuan, spiritualitas, dan wajah moderasi beragama Indonesia di mata dunia.


    (Tto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini